KENDARI – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (BEM Faperta UHO) menggelar aksi konsolidasi akbar di Bundaran Gubernur, Kelurahan Mokau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sabtu (20/6/2026) sore.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti kondisi ekonomi nasional, mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta menyerukan agar Tentara Nasional Indonesia (TNI) tetap berfokus pada fungsi pertahanan dan tidak terlibat dalam ranah sipil yang dinilai berpotensi mengaburkan prinsip demokrasi.
Ketua BEM Faperta UHO, Novi Salmia, mengatakan kondisi ekonomi nasional saat ini masih menjadi tantangan serius bagi masyarakat. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta terbatasnya lapangan pekerjaan dinilai berdampak terhadap daya beli masyarakat, khususnya petani, nelayan, dan kelompok berpenghasilan rendah.
Kelurahan Padaleu Kendari Gelar Kerja Bakti Rutin, Fokus Bersihkan Lingkungan dan Drainase
“Negara harus memastikan kebijakan ekonomi yang diambil benar-benar berpihak kepada rakyat. Kesejahteraan masyarakat harus menjadi ukuran utama keberhasilan pembangunan, bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi,” kata Novi.
Selain isu ekonomi, BEM Faperta UHO juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.
Menurut mereka, tujuan peningkatan kualitas gizi anak patut diapresiasi, namun implementasi program tersebut perlu dievaluasi secara berkala agar tepat sasaran, transparan, dan tidak mengabaikan kebutuhan mendesak di sektor pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dari perspektif akademik, mahasiswa Fakultas Pertanian menilai keberhasilan program kesejahteraan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga efektivitas pelaksanaan, pengawasan, dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam aksi itu, peserta juga menekankan pentingnya menjaga profesionalisme TNI sesuai amanat reformasi. Mereka menilai TNI memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara sehingga perlu tetap menjalankan fungsi pertahanan.
Mahasiswa menilai salah satu capaian penting Reformasi 1998 adalah penguatan supremasi sipil dan pemisahan yang jelas antara fungsi militer dan pemerintahan sipil. Karena itu, keterlibatan aparat militer di sektor sipil dinilai harus dilakukan secara hati-hati, proporsional, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Kami menghormati dan mendukung peran TNI sebagai penjaga kedaulatan negara. Namun, semangat reformasi harus tetap dijaga dengan memastikan setiap institusi menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional,” tambah Novi.
Melalui aksi tersebut, BEM Faperta UHO menegaskan komitmen mahasiswa untuk terus mengawal kebijakan publik secara kritis dan konstruktif.
Mereka berharap pemerintah lebih memprioritaskan program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan sektor pertanian, penciptaan lapangan kerja, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional.
BEM Faperta UHO juga menyatakan akan menggelar aksi lanjutan di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dalam waktu dekat guna mengawal isu-isu strategis dan mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada keadilan sosial serta kesejahteraan rakyat sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.
