×

Pencarian

Pemuda Andowia Soroti Kehadiran Tambang Nikel PT GIP, Riwayat Banjir Bandang 2019 Jadi Peringatan Serius

KONAWE UTARA – Kehadiran perusahaan pertambangan nikel PT GIP di Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat sorotan dari pemuda setempat, Afriansyah.

Ia menyoroti pentingnya kajian risiko lingkungan dan langkah pencegahan bencana sebelum aktivitas pertambangan dilakukan. Menurutnya, riwayat banjir bandang yang melanda wilayah Andowia pada 2019 harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan perusahaan dalam memastikan keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Afriansyah menilai, pengalaman banjir bandang tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kegiatan yang berpotensi mengubah kondisi lingkungan harus melalui kajian risiko yang memadai, termasuk aktivitas pertambangan nikel pada tahap eksplorasi maupun eksploitasi.

“Pengalaman itu harus menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tidak boleh diabaikan dalam setiap aktivitas pembangunan maupun investasi,” ujar Afriansyah, Kamis (15/10/2026).

Ia juga meminta agar potensi dampak kegiatan PT GIP terhadap daerah aliran sungai (DAS), termasuk kawasan Danau Rano, Sungai Lasolo, dan Kali Anggomate, dikaji secara serius berdasarkan kondisi di lapangan.

Menurutnya, kajian tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi potensi dampak terhadap kawasan aliran air dan permukiman masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

Afriansyah menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan instansi terkait dalam memastikan seluruh aktivitas pertambangan berjalan sesuai dengan ketentuan lingkungan hidup.

Selain pengawasan, ia meminta agar masyarakat memperoleh informasi secara terbuka mengenai rencana kegiatan perusahaan, hasil kajian lingkungan, serta langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi bencana.

“Kami tidak menolak pembangunan dan investasi. Namun, kami ingin memastikan bahwa kegiatan usaha yang berjalan tidak mengabaikan keselamatan masyarakat. Jangan sampai kekhawatiran baru ditanggapi setelah terjadi bencana,” katanya.

Afriansyah menegaskan, apabila kekhawatiran masyarakat diabaikan dan tidak ditindaklanjuti dengan langkah pencegahan yang memadai, dirinya menyatakan menolak keras keberadaan pertambangan PT GIP di Kecamatan Andowia.

Ia mengingatkan, keselamatan lingkungan bukan sekadar persoalan administratif, melainkan berkaitan langsung dengan keamanan tempat tinggal dan keberlangsungan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Jangan tunggu bencana terulang. Keselamatan lingkungan harus menjadi perhatian serius semua pihak karena menyangkut kehidupan masyarakat Andowia,” pungkasnya.

Dibaca: 460 Kali