KENDARI – La Pono (63), seorang pria lanjut usia, ditemukan meninggal dunia di rumah kebun di Jalan Nuri Puncak, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (12/10/2026) pagi.
Saat ditemukan, kondisi jenazah korban telah membengkak dan mengeluarkan bau menyengat. Busa berwarna hitam juga terlihat pada bagian mulut korban.
Kapolsek Kemaraya, Iptu Busran, mengatakan kondisi tersebut diketahui saat petugas melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.
“Saat kami mengecek, kondisi mayat korban telah membengkak dan mengeluarkan bau yang menyengat,” ujar Busran saat dikonfirmasi, Senin malam.
Jenazah La Pono pertama kali ditemukan oleh anaknya, Ceceng (19), sekitar pukul 08.30 Wita. Saat itu, Ceceng mendatangi rumah kebun yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah mereka untuk memanggil ayahnya.
Karena tidak mendapat respons, saksi masuk ke dalam rumah kebun dan mendapati korban sudah tidak bernyawa dalam posisi tengkurap.
Menurut keterangan keluarga, korban telah lama tinggal seorang diri di rumah kebun tersebut. Korban juga memiliki riwayat penyakit kencing batu yang telah dideritanya selama bertahun-tahun.
Busran menambahkan, korban kerap mengeluhkan sakit pada bagian dada dan sesak napas.
Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazahnya.

