KENDARI – Seorang remaja putri berinisial IN (15) mengaku telah menjadi korban pemerkosaan oleh seorang pria bertato berinisial A sebanyak dua kali. Pengakuan tersebut disampaikan IN kepada Tim Patroli Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), saat petugas menemukan dirinya di kawasan Bat-bat, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Jumat (18/9/2026) malam.
Kasus ini terungkap ketika A mendatangi petugas dan meminta bantuan untuk mencari anaknya yang berada di kawasan tersebut. A saat itu mengaku bahwa IN merupakan anaknya.
Komandan Tim Patroli Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, mengatakan petugas kemudian melakukan pencarian hingga menemukan IN bersama seorang remaja putri lainnya.
Dugaan Kekurangan Volume Proyek Rp1,4 Miliar, AMPK Sultra Desak Kejati dan Polda Periksa PUPR Kolut
"Petugas kemudian membantu dan berhasil menemukan dua orang anak gadis yang masih di bawah umur," kata Boy, Minggu (20/9/2026).
Setelah menemukan kedua remaja tersebut, petugas melakukan pemeriksaan awal. Dalam pemeriksaan itu, IN mengungkapkan bahwa A bukan anggota keluarganya dan bukan ayahnya.
"Menurut pengakuan anak gadis ini, pria bertato (A) itu bukan keluarga, bukan juga omnya. Hanya dia panggil om karena orang tersebut datang ke tempat tinggalnya," jelas Boy.
Kepada petugas, IN kemudian menceritakan dugaan pemerkosaan yang dialaminya. Ia mengaku telah diperkosa A sebanyak dua kali di rumah pria tersebut yang beralamat di Jalan Bunga Kamboja, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.
"IN juga bercerita bahwa sebelumnya lelaki A sudah memperkosa IN sebanyak dua kali di rumah milik lelaki A di Jalan Kamboja," kata Boy.
Mendengar pengakuan tersebut, petugas selanjutnya berupaya mencari keberadaan A. Namun, saat tim tiba di lokasi, A diduga melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan orang tua IN untuk melaporkan dugaan tindak pidana yang dialaminya ke Polresta Kendari.
Satu unit sepeda motor yang diduga milik A dan ditinggalkan di kawasan Bat-bat kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolresta Kendari untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

