Pekerja PT SJS Ditemukan Meninggal Dunia di Cekdam Wilayah Kerja PT Antam Pomalaa Kolaka

Proses evakuasi jenazah pria inisial AA yang ditemukan meninggal dunia di kolam penampungan air PT Antan Kolaka. Foto:Istimewa
Penulis: Redaksi
Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:39:45 WIB

KOLAKA – Seorang pria berinisial AA (23), warga Desa Tikonu yang bekerja sebagai helper PT SJS, ditemukan meninggal dunia di kolam penampungan air atau cekdam di wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Antam Pomalaa, Desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (18/10/2026) pagi.

Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka, Aiptu Riswandi, mengatakan korban ditemukan setelah rekan kerja bersama sejumlah pekerja lainnya melakukan pencarian karena korban tidak berada di lokasi pengisian air.

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 07.40 Wita, korban bersama rekannya, Amirullah, yang merupakan pengemudi mobil water tank PT SJS, tiba di lokasi pengisian air untuk keperluan penyiraman jalan produksi PT Antam Pomalaa.

“Lokasi pengisian air tersebut berjarak sekitar 500 meter dari cekdam tempat korban ditemukan,” kata Riswandi, Selasa (20/10/2026).

Saat proses pengisian air berlangsung, korban meninggalkan mobil water tank. Sekitar pukul 08.30 Wita, pengisian air selesai, tetapi korban tidak ditemukan di lokasi.

Mengetahui korban tidak berada di tempat, saksi bersama rekan kerja lainnya kemudian melakukan pencarian.

Sekitar pukul 09.05 Wita, seorang saksi bernama Fahmi Dwi Saputra melihat pakaian korban tergeletak di pinggir cekdam. Setelah memeriksa area sekitar, saksi menemukan korban dalam posisi tengkurap dan terendam di dalam air.

“Cekdam tersebut diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 3,7 meter,” ujarnya.

Petugas Tim Identifikasi (Inafis) Polres Kolaka kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan awal. Korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa menggunakan ambulans PT Antam Pomalaa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

Korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 12.05 Wita. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, guna dimakamkan.

Riswandi menegaskan, Polres Kolaka masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Hingga kini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap kronologi lengkap kejadian tersebut.

“Penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan. Saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” pungkasnya.

Reporter: Redaksi