×

Pencarian

Kasatpol PP Sultra Adu Jotos dengan Anggotanya, Dipicu Persoalan Bulu Tangkis

KENDARI – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hamim Imbu, terlibat keributan dengan salah seorang anggotanya, Akbar. Peristiwa tersebut terjadi di area Kantor Satpol PP Sultra, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Kamis (13/8/2026).

Keributan itu terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman, Hamim dan Akbar terlihat terlibat cekcok sebelum terjadi kontak fisik.

Sejumlah anggota Satpol PP yang berada di lokasi berupaya melerai keduanya. Akbar kemudian diarahkan menjauh, sementara beberapa anggota lainnya menahan Hamim yang terlihat masih emosi.

“Izin, Komandan. Izin, Komandan,” ujar seorang anggota sambil memegang Hamim.

“Sudah, Pak. Sudah, Pak,” kata seorang perempuan yang berusaha menenangkan situasi.

Namun, Hamim sempat masuk ke dalam area kantor. Tak lama kemudian, ia kembali dan berupaya menghampiri Akbar. Sejumlah anggota kembali menghadangnya untuk mencegah bentrokan berlanjut.

“Akbar, sini kau, Akbar!” teriak Hamim.

Dalam rekaman tersebut, Hamim juga terdengar melontarkan ucapan bernada ancaman kepada Akbar.

“Akbar, sini saya bocorkan ususmu!” ucap Hamim.

Berawal dari Persoalan Bulu Tangkis

Akbar mengatakan, keributan tersebut bermula dari persoalan keikutsertaannya dalam perlombaan bulu tangkis antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di GOR Apriyani, Kendari.

Ia mengaku telah bersiap mengikuti pertandingan sebelum diberitahu ketua panitia bahwa dirinya didiskualifikasi karena tidak mendapat rekomendasi dari pimpinan untuk mewakili Satpol PP Sultra.

“Saya diberitahu dilarang bermain dan didiskualifikasi karena pimpinan tidak memberikan rekomendasi untuk mewakili Satpol PP,” kata Akbar saat ditemui awak media, Jumat (14/8/2026).

Menurut Akbar, panitia sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan olahraga antar-OPD tersebut dapat diikuti ASN dan tidak mewajibkan rekomendasi pimpinan.

Merasa keberatan, Akbar kemudian mendatangi ruang kerja Kasatpol PP Sultra untuk meminta penjelasan.

“Saya masuk dan bertanya, ‘Apa masalahmu dengan saya?’ Tapi tiba-tiba pengawal dan sopirnya memegang saya. Saat itu Kasatpol PP melayangkan pukulan ke arah jidat saya sampai bengkak,” tuturnya.

Akbar mengaku mengalami pembengkakan pada bagian jidat akibat kejadian tersebut.

Hamim Klaim Diserang Lebih Dulu

Sementara itu, Hamim memberikan versi berbeda terkait pemicu keributan. Ia mengatakan persoalan bermula ketika Akbar tetap mengikuti pertandingan bulu tangkis meski tidak mendapat rekomendasi darinya.

“Yang saya rekomendasikan bukan dia, tapi dia tetap memaksakan ikut bertanding,” kata Hamim, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Hamim, setelah pertandingan, Akbar mendatangi Kantor Satpol PP Sultra dalam kondisi emosi. Hamim mengklaim Akbar melempar batu, kemudian memukul dan mendorong dirinya.

“Dia melempar pakai batu, kemudian memukul dan mendorong saya,” ungkapnya.

Hamim mengakui sempat melontarkan ucapan bernada ancaman. Namun, ia menyebut hal tersebut terjadi setelah dirinya didorong dan diserang.

“Siapa pun pasti marah. Kita sebagai pimpinan dihantam, didorong,” ujarnya.

Hamim juga menyebut persoalan dengan Akbar bukan kali pertama terjadi. Menurut dia, Akbar sebelumnya beberapa kali melakukan tindakan yang dinilai melanggar disiplin.

Salah satunya terkait penundaan Kenaikan Gaji Berkala (KGB). Hamim juga menyebut Akbar pernah dua kali melakukan aksi unjuk rasa dan menghalangi tugas penertiban.

Hamim membantah tudingan bahwa dirinya menghambat kegiatan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Satpol PP Sultra.

“Seluruh agenda tetap berjalan lancar,” tegasnya.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Satpol PP Sultra kini memproses dugaan pelanggaran melalui mekanisme kode etik internal.

Dibaca: 190 Kali