KENDARI – Seorang mahasiswi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Yuliana Nabila Azzahra (21), dilaporkan hilang setelah berpamitan keluar rumah untuk mengambil ijazah SMA di rumah temannya.
Yuliana meninggalkan rumahnya di Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, pada Senin malam, 10 Agustus 2026. Saat itu, ia meminta izin kepada orang tuanya untuk mengambil ijazah di rumah temannya bernama Ayu.
Untuk menuju lokasi, Yuliana menggunakan jasa ojek online yang dipesan melalui aplikasi Maxim.
Orang tua korban, Sarni Ode Israil (58), mengatakan sempat menghubungi Yuliana sekitar pukul 21.00 Wita. Dalam percakapan tersebut, Sarni meminta anaknya membeli spidol jika sudah kembali ke rumah.
Namun, Yuliana tidak memberikan respons meski nomor teleponnya saat itu masih aktif.
Sekitar satu jam kemudian, Sarni kembali mencoba menghubungi anaknya melalui WhatsApp dan sambungan telepon seluler. Namun, nomor WhatsApp dan telepon Yuliana sudah tidak aktif.
“Nomor WhatsApp dan nomor telepon korban sudah tidak aktif lagi,” kata Sarni, dikutip dari laporan kepolisian, Rabu (12/8/2026).
Khawatir dengan kondisi tersebut, Sarni kemudian berupaya mencari informasi keberadaan anaknya dengan menghubungi Irfan, salah seorang rekan Yuliana.
Namun, Irfan mengaku tidak mengetahui keberadaan Yuliana yang akrab disapa Nabila tersebut.
Keluarga kemudian melaporkan hilangnya Yuliana ke Polresta Kendari pada Rabu, 12 Agustus 2026. Laporan tersebut tercatat dengan nomor 42/VIII/2026.
Hingga laporan dibuat, keberadaan Yuliana belum diketahui.
Keluarga berharap masyarakat yang mengetahui atau menemukan keberadaan Yuliana dapat segera memberikan informasi melalui nomor 0812-9860-5443 (Sarni) atau menghubungi pihak kepolisian di nomor 0821-8871-8179.

