Kebakaran Hanguskan Rumah Orang Tua Pemain Timnas Indonesia Sadil Ramdani di Muna Barat

Sejumlah warga bersama warga saat berupaya memadamkan api yang membakar rumah milik orang tua Sadil Ramdani di Muna Barat. Foto:Istimewa
Penulis: Redaksi
Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:11:00 WIB

MUNA BARAT – Kebakaran hebat menghanguskan rumah milik La Pantasi (67), seorang petani di Desa Barangka, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 16.20 Wita.

Rumah tersebut diketahui merupakan kediaman orang tua pemain Timnas Indonesia, Sadil Ramdani. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, korban diperkirakan mengalami kerugian materi sekitar Rp150 juta.

Kapolsek Lawa, Ipda Jaman, mengatakan berdasarkan keterangan saksi, rumah tersebut dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi. La Pantasi bersama istrinya meninggalkan rumah sekitar pukul 14.00 Wita untuk menuju Desa Guali, Kecamatan Kusambi.

“Sekitar pukul 14.00 Wita korban bersama istrinya meninggalkan rumah dalam keadaan kosong dan menuju Desa Guali, Kecamatan Kusambi,” ujar Ipda Jaman saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8/2026).

Keduanya pergi ke Desa Guali untuk menyaksikan cucunya yang mengikuti lomba Gerak Jalan Indah tingkat sekolah dasar (SD) dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut keterangan korban, sekitar pukul 17.00 Wita dirinya mendapat informasi dari anaknya, Wa Rati, bahwa rumah mereka telah terbakar. La Pantasi kemudian segera kembali ke Desa Barangka.

Setibanya di lokasi, korban mendapati rumahnya telah dilalap api. Kobaran api membuat korban tidak sempat menyelamatkan barang-barang maupun sejumlah dokumen penting yang berada di dalam rumah.

Ipda Jaman mengatakan, berdasarkan kereta saksi bernama La Ode Amili, kobaran api berasal dari bagian dapur rumah. Saat berada di lokasi, ia bersama warga berupaya mengeluarkan kendaraan milik korban dari dalam garasi.

Tak lama kemudian, terdengar suara ledakan dari dalam rumah. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman.

Sejumlah barang dan dokumen hangus

Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah barang milik korban, di antaranya tiga lemari kayu beserta isinya, dua lemari plastik, tiga ranjang kayu, satu set kursi kayu jati, dua spring bed, lemari piring, kulkas, televisi, kipas angin, dua unit telepon seluler, serta berbagai perabot dapur.

Selain itu, sejumlah dokumen penting seperti sertifikat tanah serta ijazah SD, SMP, dan SMA turut terbakar. Uang tunai sekitar Rp2 juta juga ikut hangus.

Bangunan rumah utama berukuran sekitar 7,5 × 11 meter dengan konstruksi permanen berupa dinding tembok, atap seng, dan lantai keramik. Sementara bangunan dapur berukuran sekitar 4 × 8 meter dengan konstruksi dinding dan lantai papan serta atap seng.

Polisi menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta, meliputi kerusakan bangunan serta barang-barang berharga dan dokumen penting yang terbakar.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Polisi telah mendatangi lokasi kejadian, membantu proses pemadaman bersama petugas terkait dan masyarakat, serta memasang garis polisi di sekitar lokasi.

Reporter: Redaksi