Warga Kandai Protes Bongkar Muat Cangkang Sawit di Pelabuhan Kendari, Soroti Debu hingga Ancaman Kebakaran
KENDARI– Kekhawatiran terhadap dampak aktivitas bongkar muat cangkang sawit di Pelabuhan Nusantara Kendari, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus disuarakan warga sekitar.
Bukan hanya persoalan debu dan kebisingan, warga juga menyoroti potensi risiko kebakaran akibat penumpukan cangkang sawit di kawasan pelabuhan.
Keluhan tersebut disampaikan warga saat menggelar aksi penolakan di kawasan Pelabuhan Nusantara Kendari pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Salah seorang warga berinisial R mengatakan, aktivitas bongkar muat menggunakan kapal tongkang dinilai telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pelabuhan.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena aktivitas berlangsung pada musim kemarau. Terlebih, lokasi pelabuhan disebut berhadapan dengan fasilitas Pertamina.
“Kami meminta agar jangan ada lagi aktivitas bongkar muat cangkang di area ini (pelabuhan) karena sangat mengganggu dan rawan, karena ini gampang terbakar,” kata R, Jumat (14/8/2026).
Ia mengatakan, warga khawatir apabila terjadi kebakaran, dampaknya dapat meluas dan membahayakan permukiman maupun fasilitas di sekitar kawasan pelabuhan.
“Ini musim kemarau, ditambah berhadapan dengan Pertamina. Kami sangat waswas selama adanya kegiatan bongkar muat cangkang tersebut,” ujarnya.
Selain ancaman kebakaran, warga juga menyoroti debu yang muncul selama proses bongkar muat. Debu tersebut dikhawatirkan mengganggu kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
“Siapa yang mau bertanggung jawab kalau kami sakit atau kena asma akibat dampak dari debu cangkang?” kata R.
Atas kondisi tersebut, warga meminta Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Provinsi Sultra turun tangan untuk mengevaluasi aktivitas bongkar muat cangkang sawit di Pelabuhan Nusantara Kendari.
Warga juga mendesak pemerintah tidak memberikan izin apabila aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Kami juga mendesak pemerintah terkait agar tidak memberikan izin kegiatan ini,” tegas R.
Warga mengancam akan kembali menggelar aksi jika tuntutan mereka tidak mendapat respons. Mereka bahkan menyatakan siap menutup akses jalur bongkar muat cangkang sawit sebagai bentuk penolakan.
“Kami sendiri akan turun ke jalan menutup jalur bongkar muat cangkang. Jadi kami mohon kepada pemerintah agar menutup dan tidak lagi memberi izin kegiatan tersebut,”tutupnya.