Terjebak Kobaran Api, Seorang Ibu dan Empat Anak Meninggal dalam Kebakaran Rumah di Bombana

Seorang ibu dan empat anaknya tidak sempat menyelamatkan diri dalam insiden kebakaran rumah di Bombana. Foto: Istimewa
Penulis: Redaksi
Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:33:13 WIB

BOMBANA – Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Dusun Tondopi, Desa Tongkoseng, Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang ibu bersama empat anaknya meninggal dunia setelah terjebak dalam kebakaran yang menghanguskan rumah panggung mereka pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. 

Kelima korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bagian rumah ketika mereka sedang tertidur.

Korban meninggal masing-masing Hasna (38), serta keempat anaknya, yakni Hasriani (12), Karina (9), Nur Aisyah (6), dan Wardah (2).

Sementara itu, kepala keluarga Murdasing (61) bersama dua anaknya, Sindi (24) dan Arfan (30), berhasil selamat dari peristiwa nahas tersebut.

Murdasing menuturkan, sebelum beristirahat salah seorang anaknya sempat meminta agar obat nyamuk bakar dinyalakan. Api diduga berasal dari obat nyamuk tersebut setelah menyambar benda yang mudah terbakar di dalam rumah.

"Api diduga dari obat nyamuk bakar. Saat saya sadar, pintu kamar sudah tertutup api," ujar Murdasing.

Dalam kondisi panik, Murdasing berusaha menyelamatkan diri dengan menendang dinding rumah hingga jebol. Namun kobaran api yang sudah membesar membuatnya tidak mampu kembali masuk untuk menyelamatkan istri dan anak-anaknya yang masih berada di dalam rumah.

Selain merenggut lima nyawa, kebakaran tersebut juga menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta, termasuk uang tunai sekitar Rp50 juta, dua unit mesin senso, serta satu unit mesin pemotong rumput.

Kasat Reskrim Polres Bombana, Iptu Cevin Thimorut Beryan Djari, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

"Benar terjadi kebakaran tersebut. Tim kami saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)," katanya.

Reporter: Redaksi