HMI Cabang Kendari Siap Bahas Status Komisariat Penuh untuk HMI UMK

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kendari, Yusril. Foto: Istimewa
Penulis: Redaksi
Rabu, 29 Juli 2026 | 09:13:56 WIB

KENDARI – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari, Yusril, menegaskan pihaknya akan segera menggelar rapat pleno pengurus cabang untuk membahas pembenahan status komisariat di bawah naungan HMI Cabang Kendari, termasuk perubahan status HMI Komisariat Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) dari komisariat persiapan menjadi komisariat penuh.

Komitmen tersebut disampaikan Yusril saat menghadiri peringatan Milad ke-14 HMI Komisariat UMK dan Milad ke-10 Korps HMI-Wati (KOHATI) Komisariat UMK yang digelar di Brothers Coffee, Jalan Laode Hadi, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Selasa (28/7/2026).

Yusril mengatakan HMI Komisariat UMK sejatinya telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam AD/ART HMI untuk ditetapkan sebagai komisariat penuh. Namun, hingga kini status tersebut belum juga ditetapkan.

Karena itu, ia memastikan persoalan tersebut akan menjadi salah satu agenda dalam rapat pleno pengurus cabang.

"Sebagai anak kandung Komisariat UMK, saya berjanji akan mengupayakan semaksimal mungkin untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan Komisariat UMK," tegasnya.

Selain itu, Yusril mengapresiasi kontribusi HMI Komisariat UMK dalam melahirkan kader-kader yang berkiprah di berbagai organisasi, baik di internal HMI maupun organisasi kemahasiswaan.

"Komisariat UMK telah berhasil melahirkan kader-kader yang progresif, baik di internal HMI maupun di organisasi mahasiswa lainnya. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir berhasil melahirkan Ketua Umum HMI Cabang Kendari dan Presiden Mahasiswa," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Komisariat UMK, Juraidin, mengatakan HMI merupakan wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan yang telah melahirkan banyak kader berkualitas selama 14 tahun berdiri.

Menurutnya, sejumlah alumni Komisariat UMK telah dipercaya menduduki posisi strategis, mulai dari Presiden Mahasiswa, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga Ketua Umum HMI Cabang Kendari.

"Himpunan Mahasiswa Islam adalah tempat orang-orang berproses untuk menjadi seorang pemimpin. Kepemimpinan itu dibentuk melalui proses, bukan lahir begitu saja," katanya.

Di sisi lain, Juraidin mengakui masih terdapat persoalan internal yang harus dibenahi, terutama terkait regenerasi kepengurusan yang telah melampaui masa jabatan sebagaimana diatur dalam konstitusi organisasi.

"Ini menjadi dosa kami sebagai pengurus HMI. Dalam konstitusi, kepengurusan hanya berjalan satu tahun dengan masa transisi tertentu, tetapi kami sudah berjalan lebih dari tiga tahun. Insyaallah akan kami perbaiki pada kepengurusan selanjutnya," ungkapnya.

Ia berharap momentum Milad ke-14 HMI dan Milad ke-10 KOHATI Komisariat UMK menjadi ajang mempererat silaturahmi lintas angkatan sekaligus memperkuat semangat kaderisasi bagi generasi penerus.

Peringatan milad tersebut dihadiri puluhan kader dan alumni HMI. Turut hadir Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) HIPMI Sulawesi Tenggara Sapril Munandar, Ketua FORHATI Kota Kendari Elly Anggraeni, Ketua BNN Kota Kendari Isamuddin, Ketua KNPI Kota Kendari La Ode Hidayat, serta Sekretaris JMSI Sulawesi Tenggara Muh Irvan.

Peringatan Milad ke-14 HMI dan Milad ke-10 KOHATI Komisariat UMK tahun ini tidak hanya menjadi seremoni hari jadi organisasi, tetapi juga menjadi momentum evaluasi kaderisasi, regenerasi kepemimpinan, serta penguatan kelembagaan HMI di Kota Kendari.

Reporter: Redaksi