Bupati Mubar Temui Wamen KKP, Dorong Percepatan Pembangunan Sektor Perikanan

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan Ashaf (kiri) dan Bupati Muna Barat, La Ode Darwin. Foto: Istimewa
Penulis: Redaksi
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:22:40 WIB

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara, terus memperkuat upaya pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui sinergi dengan pemerintah pusat. Komitmen itu ditunjukkan Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dengan membawa sejumlah usulan program strategis saat bertemu Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) RI, Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan Ashaf, di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Dalam audiensi tersebut, La Ode Darwin mengajukan berbagai program prioritas, mulai dari pengembangan tambak udang modern, budidaya ikan berbasis teknologi, bantuan kapal nelayan, hingga penambahan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Menurut Darwin, Muna Barat memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar sebagai penggerak perekonomian daerah. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan pemerintah pusat agar dapat dikembangkan secara optimal.

Salah satu usulan utama yang disampaikan adalah pengembangan model dan replikasi tambak udang terintegrasi, yang menjadi program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mendorong budidaya udang modern berskala besar.

Pemkab Muna Barat mengusulkan Desa Lasama, Kecamatan Tiworo Kepulauan, dan Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pengembangan budidaya ikan air tawar tematik di sejumlah desa menggunakan kolam beton dengan sistem pengolahan air otomatis. Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas karena dapat menampung hingga 60.000 benih dalam satu instalasi dengan penggunaan air yang lebih efisien.

Darwin juga menyoroti persoalan yang masih dihadapi nelayan, terutama keterbatasan armada dan alat tangkap yang memadai. Untuk itu, Pemkab Muna Barat mengusulkan bantuan kapal nelayan modern guna meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.

"Kami melihat ada kesesuaian antara program pemerintah pusat dengan visi pembangunan Kabupaten Muna Barat di sektor kelautan dan perikanan. Karena itu, kami berharap berbagai usulan yang kami sampaikan dapat menjadi perhatian dan direalisasikan," kata La Ode Darwin.

Dalam kesempatan itu, Darwin turut memaparkan perkembangan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Muna Barat. Saat ini, program tersebut telah berjalan di lima lokasi, yakni Desa Lasama, Desa Bangko, Desa Tondasi, Desa Latawe, dan Desa Tanjung Pinang, dengan total anggaran sekitar Rp23 miliar.

Pemkab Muna Barat juga mengusulkan penambahan tujuh lokasi pembangunan KNMP yang diprioritaskan pada 2027, meliputi Pulau Gala, Pulau Pasipadangan, Pulau Maginti, Desa Tondasi, Pulau Katela, Pulau Tasipi, dan Pulau Tiga.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Wamen KKP Didit Herdiawan Ashaf mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam memperjuangkan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Ia memastikan seluruh usulan akan menjadi perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan syarat pemerintah daerah segera melengkapi data teknis dan proposal sebagai dasar pelaksanaan program.

Didit juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Muna Barat. Ia mengaku pernah singgah di wilayah tersebut saat masih menjadi perwira muda TNI Angkatan Laut pada 1984.

"Tahun 1984 saya pernah ke sana. Jadi sama saja saya pulang kampung kalau di sana. Saya pernah menyelam di Pulau Mutiara (Kajuangin). Insya Allah kita akan bantu, yang penting dilengkapi data teknis dan proposalnya," ujarnya.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Muna Barat memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Muna Barat Ibrahim Rasimu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sukarti Lykra, Kepala BKAD Al Imran, Sekretaris Bappeda Surachman, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan LM Syawal, Kepala Bidang Anggaran BKAD La Ode Irwansyah, serta pimpinan dan anggota DPRD Muna Barat.

Reporter: Redaksi