Ketua BEM UHO Minta Kapolres Bombana Dicopot Usai Diduga Represif terhadap Mahasiswa saat Demo Jalan

Ketua BEM UHO, Fitriyah Nurainun Natiq Mapatarani. Foto: Istimewa.
Penulis: Redaksi
Kamis, 04 Juni 2026 | 01:52:00 WIB

KENDARI – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UHO, Fitriyah Nurainun Natiq Mapatarani, menyoroti tindakan Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo yang dinilai represif terhadap mahasiswa saat aksi unjuk rasa terkait kondisi infrastruktur jalan.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial. Aksi berlangsung di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Lauru, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, pada Selasa (2/6/2026).

Dalam rekaman yang beredar, AKBP Eko Sutomo terlihat berada langsung di lokasi unjuk rasa dan naik ke atas mobil pikap yang digunakan massa sebagai kendaraan orasi.

Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo saat naik di atas mobil dan menarik salah satu massa aksi. Foto: Istimewa.

Pada video itu, Kapolres tampak melakukan kontak fisik dengan salah seorang mahasiswa bernama Muhammad Ikbal dengan menarik kerah bajunya saat berada di atas kendaraan sebelum mahasiswa tersebut turun.

Selain itu, terdengar suara yang disebut berasal dari Kapolres dengan teriakan “Angkut, angkut” sambil menunjuk ke arah massa aksi.

Menanggapi insiden tersebut, Fitriyah Nurainun mengecam tindakan aparat kepolisian yang menurutnya tidak sejalan dengan tugas pengamanan dalam penyampaian aspirasi masyarakat.

“Mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Mata Oleo, tetapi justru mendapatkan perlakuan yang jauh dari semestinya dari aparat kepolisian,” ujar Ainun, Rabu (3/6/2026).

Ainun yang juga merupakan mahasiswa asal Kabupaten Bombana meminta agar Kapolres Bombana dievaluasi dan dicopot dari jabatannya.

“Pernyataan kami tegas dan tanpa kompromi, copot segera Kapolres Bombana dari jabatannya sebelum satu tindakan yang dinilai arogan ini mencederai wibawa institusi yang seharusnya melindungi masyarakat,” tegasnya.

Reporter: Redaksi