Diduga Aniaya Orang Tua Murid, Guru TK Islam Mulia An Nur Kendari Dipecat

Kepala Sekolah TK Islam Mulia An Nur Kendari, Lisnawaty, mengatakan pihkanya telah memberhentikan oknum guru yang menampar orang tua murid. Foto: Istimewa
Penulis: R. Anugrah
Kamis, 21 Mei 2026 | 13:51:08 WIB

KENDARI – Seorang guru TK Islam Mulia An Nur Kendari berinisial AI diberhentikan dari sekolah setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap orang tua murid berinisial HM (32).

Insiden tersebut terjadi di halaman sekolah yang berada di Jalan DR Sutomo, Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, pada 30 April 2026. AI diduga menampar HM saat korban datang ke sekolah untuk menjemput anaknya.

Kepala Sekolah TK Islam Mulia An Nur Kendari, Lisnawaty, mengatakan pihak sekolah menyesalkan kejadian tersebut dan menegaskan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Kami tidak pernah membenarkan tindakan yang terjadi di sekolah, karena bagaimanapun itu tidak pantas,” ujar Lisnawaty saat ditemui, Rabu (21/5/2026).

Menurutnya, pihak sekolah bersama yayasan telah mengambil tindakan tegas terhadap AI dengan memberhentikannya dari sekolah.

“Kami sudah mengambil tindakan tegas. Kami sudah bicara dengan ketua yayasan dan guru-guru, konsekuensinya guru tersebut sudah kami keluarkan,” katanya.

Lisnawaty menambahkan, aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal dan kondusif. Sementara proses hukum kasus tersebut sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian.

Sebelumnya, AI dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan terhadap HM. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/62/IV/2026/SPKT/Polsek Mandonga/Polres Kendari/Polda Sultra tertanggal 30 April 2026.

HM mengaku kejadian bermula saat dirinya datang ke sekolah untuk menjemput anak sekaligus ingin menemui kepala sekolah terkait pesan tertulis yang dikirim AI melalui grup WhatsApp orang tua murid.

“Tidak lama kemudian ibu itu keluar dari ruangannya dan bertanya ada apa,” ujar HM saat diwawancarai, Selasa (19/5/2026).

Menurut HM, AI sempat mengajaknya masuk ke dalam ruangan, namun ia menolak. Korban kemudian mengaku tangannya ditarik hingga terjatuh.

“Langsung dia tarik tangan saya, lalu saya jatuh,” katanya.

HM juga menyebut AI berbicara dengan nada tinggi sambil menunjuk ke arah orang tua murid lainnya. Korban mengaku sempat menegur sikap AI sebelum akhirnya diduga ditampar.

“Saya bilang, ‘Ibu kenapa main tunjuk-tunjuk, ibu itu seorang pendidik.’ Tidak lama kemudian dia langsung tampar saya,” ungkap HM.

Akibat kejadian tersebut, HM mengalami luka memar di bagian pipi kiri dan langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Mandonga.

Reporter: R. Anugrah