Bocah 5 Tahun di Kendari Ditemukan Meninggal di Pesisir Laut, Diduga Hanyut di Kali

Rangga (5) ditemukan meninggal dunia di pesisir laut usai terbawa arus sungai di Kendari Barat. Foto: Istimewa
Penulis: R. Anugrah
Minggu, 10 Mei 2026 | 15:15:09 WIB

KENDARI - Seorang bocah laki-laki bernama Rangga (5) ditemukan meninggal dunia di pesisir laut depan Kantor Camat Kendari Barat, Jalan Bung Tomo, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 10.35 Wita.

Kapolsek Kemaraya, Iptu Busran mengatakan, korban diduga hanyut saat bermain dan mandi di Kali Teplang sebelum akhirnya ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian.

“Korban hanyut saat mandi di Kali Teplang, kemudian terbawa arus sejauh kurang lebih satu kilometer dari tempat kejadian awal,” ujar Iptu Busran.

Korban diketahui merupakan warga Jalan Manunggal II RT 11 RW 04, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat.

Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya bermain hujan bersama kakaknya, Melsa Putri (6), di pinggir kali sekitar pukul 09.20 Wita. Saat itu, sandal milik kakak korban terjatuh ke aliran kali dan terbawa arus.

Korban kemudian berusaha mengambil sandal tersebut. Namun beberapa saat kemudian, korban sudah tidak terlihat di sekitar lokasi.

“Kakak korban sempat mencari di tempat biasa korban bermain, namun korban sudah tidak ditemukan,” jelasnya.

Sementara itu, saksi lain yang berada di sekitar pesisir laut depan Kantor Camat Kendari Barat mengaku melihat sesosok tubuh anak kecil mengapung di tepi laut.

Saat didekati, korban ditemukan dalam posisi terlentang mengenakan kaos berwarna biru tanpa celana dan sudah tidak bergerak.

“Setelah memastikan kondisi korban, saksi kemudian memanggil warga sekitar untuk membantu,” katanya.

Warga yang datang ke lokasi kemudian mengenali korban dan memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tua korban.

Peristiwa itu sempat mengundang perhatian warga sekitar sebelum akhirnya pihak kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Reporter: R. Anugrah